web-archive-me.com » ME » I » INDRA.ME

Total: 12

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".
  • Ekosistem Startup (lanjutan) | Indra Purnama
    produk yang fit dengan pasar Product Market Fit Produk yang mencapai Product Market Fit bukanlah produk akhir yang sempurna sebetulnya di bidang teknologi jarang ada istilah produk akhir yang sempurna karena produk cenderung selalu berevolusi menuju kesempurnaan Namun adalah produk versi awal yang sudah teruji melalui berbagai parameter mampu menjadi solusi yang baik akan permasalahan yang dihadapi oleh pengguna dan pelanggannya Sebagian incubator menyediaan pre seed funding dan sebagian yang lain tidak Sekali lagi karena tujuan utama incubator adalah untuk membantu startup dalam menjalankan tahapan inovasi produknya sehingga menjadi produk yang dapat diterima oleh pasar Program inkubasi pada umumnya dilakukan dengan cara mentoring one on one antara startup dengan mentor yang dipilih Setelah melalui tahap inkubasi produk yang dihasilkan oleh startup siap untuk diluncurkan ke pasar Pada tahap ini pada umumnya startup membutuhkan pendanaan investasi lanjutan yang dapat dipenuhi baik oleh Angel Investor maupun Seed VC Firm Venture Capital yang bermain di level Seed Capital Angel Investor di tahap ini pada umumnya berbentuk institusi berbeda dengan Angel Investor di tahap awal yang umumnya adalah perorangan Selain membutuhkan pendanaan lanjutan startup pun kemungkinan membutuhkan pendampingan bisnis pada saat produknya sudah masuk tahap komersial Berbeda dengan pendampingan bisnis di tahap inkubasi yang tujuannya adalah untuk menciptakan produk yang fit dengan kebutuhan pasar pendampingan bisnis di tahap ini lebih fokus pada penetrasi pasar pertumbuhan dan efektivitas operasional Pendampingan ini bisa dilakukan di lembaga yang bernama Accelerator Setelah tahap Accelerator idealnya produk terus mengalami pertumbuhan baik dari segi jumlah pengguna maupun pendapatan bila revenue model nya sudah diterapkan Dibutuhkan pendanaan lanjutan agar perusahaan tetap dapat menyesuaikan produknya dalam mengakomodasi kebutuhan yang lebih banyak lagi dari pengguna Untuk itulah hadir Venture Capital dan Corporate Venture Capital yang memberikan pendanaan Seri A Seri B dan Seri C yang masing masing dibedakan berdasarkan tahapan investasi dan besaran

    Original URL path: http://indra.me/?p=117 (2016-05-01)
    Open archived version from archive

  • Ekosistem Startup | Indra Purnama
    ditambahkan dengan beberapa informasi yang saya dapat dari diskusi dengan key person di pusat pengembangan teknologi global dan regional Gambar di atas bercerita tentang bagaimana suatu startup teknologi termasuk startup digital bisa tumbuh mulai dari tahap pencetusan ide menjadi perusahaan yang bernilai miliaran dolar dengan dukungan stakeholder yang lain Kisahnya berawal dari sejumlah pendiri Founders yang memiliki ide produk tertentu Di Amerika biasanya mereka memulai dari Garasi Analoginya di Indonesia mungkin adalah Kamar Kos atau Lab di Perguruan Tinggi Mereka punya ide tapi tidak punya dana termasuk untuk menyewa kantor sehingga mereka mulai dari tempat yang gratisan Di tempat yang gratisan ini mereka mencoba untuk merumuskan ide produk yang tercetus agar lebih solid idenya Dan mungkin juga mulai melakukan beberapa aktivitas pengembangan produk di tahap awal Begitulah mereka memulai hingga tiba suatu titik dimana mereka merasa bekerja di garasi atau di kamar kos tidak lagi kondusif Kebayang kan lagi enak enak kerja ngeliat kasur nganggur atau play station nganggur apa gak pengen tidur dan maen game tuh Hehe Mereka butuh tempat kerja yang kondusif tapi tidak punya cukup uang untuk menyewa kantor Untuk itu lah ada yang namanya Co Working Space yaitu ruang kerja bersama atau semacam shared office Kalau kantor pada umumnya biaya sewanya dihitung per meter persegi per bulan biaya penggunaan Co Working space sangat beragam mulai dari biaya per meja per bulan biaya per kedatangan hingga gratis Nah BDV adalah Co Working Space yang bener bener gratis Di saat yang sama para founders pun mengalami masalah yang lain selain tempat kerja yaitu masalah dana awal untuk merealisasikan produknya Bagi mayoritas founders yang belum memiliki aset pribadi yang besar Angel Investor adalah solusinya Sesuai dengan namanya yang bernuansa penuh kebaikan malaikat angel investor adalah makhluk hehe perorangan yang mau memberikan dana investasi awal kepada Founders dimana pertimbangannya tidak

    Original URL path: http://indra.me/?p=109 (2016-05-01)
    Open archived version from archive

  • Tanggung Jawab Seorang Tony Fernandes | Indra Purnama
    sebagai bentuk empati kepada keluarga penumpang dan bentuk tanggung jawab sebagai orang tertinggi di Grup Air Asia Dia pasang badan Tony yang sehari hari hampir selalu menggunakan topi Air Asia pada saat di Juanda tidak menggunakan atribut kebanggannya itu Kenapa Mungkin agar memudahkan dia memposisikan diri di sisi keluarga korban ketimbang sebagai perwakilan perusahaan Orang yang berada di posisi keluarga korban namun dengan power yang besar untuk mengerahkan sumber daya perusahaan regionalnya untuk membantu keluarga korban Dengan mimik muka yang sedih berulang kali dia menyatakan bahwa dia bertanggung jawab penuh terhadap insiden ini Tanpa bermaksud mengeneralisir beberapa perusahaan Indonesia juga ada yang menyebabkan kecelakaan dan musibah yang berkaitan dengan transportasi dan alam rasanya jarang sekali kita melihat tindakan yang serupa dengan Tony Fernandes dari pucuk pimpinan perusahaan perusahaan Indonesia tersebut Mungkin serupa tapi dengan level yang berbeda Tony memang sosok pengusaha yang memiliki jiwa sosial yang tinggi Pada suatu event kewirausahaan di Kuala Lumpur dia bercerita tentang kisah pendirian Air Asia akan saya tulis berikutnya Salah satu yang dia bahas disana adalah bagaimana pada saat bencana tsunami Padang beberapa tahun setelah dia mendirikan Air Asia dia serta merta membuat keputusan semua penerbangan Air Asia ke dari Padang gratis selama beberapa hari termasuk cargo nya Keputusan yang sulit untuk dijustifikasi oleh Direktur Komersial Air Asia namun Tony bersikeras Direktur Komersial harus mampu membuat justifikasi bisnis yang tepat Kalau tidak salah dia pun turut andil ketika bencana Tsunami Aceh tapi saya lupa detailnya Setelah krisis moneter 1997 Bandara Bandung sepi dari penerbangan Tidak ada maskapai yang berani buka rute ke Bandung karena tidak menguntungkan Merupakan keputusan pribadi Tony bahwa Air Asia harus ada penerbangan ke Bandung Keputusannya atas dasar perhitungan bisnis yang berbedakah Bukan Keputusan itu dibuat karena Tony merasa hutang budi ke Bandung Karena sebelum mendirikan lebih tepatnya mengakuisisi Air Asia

    Original URL path: http://indra.me/?p=133 (2016-05-01)
    Open archived version from archive

  • Hello World! | Indra Purnama
    Alasannya sangat simple yaitu karena dapat domain name yang luar biasa ini saya saingan sama ratusan juta penduduk Indonesia dan miliaran penduduk India lebay dan alasan kedua karena 2 tahun belakangan ini dapet banyak ilmu yang sepertinya sayang kalau disimpan sendiri Walaupun gak yakin juga sih apakah orang lain peduli sama ilmu yang akan saya share hehe Well itu aja posting pembuka kali ini semoga saya konsisten dalam menulis blog

    Original URL path: http://indra.me/?p=107 (2016-05-01)
    Open archived version from archive